Kamis, 26 Mei 2011

JUMLAH PENDUDUK INDONESIA 2010

Gambaran Umum Penduduk Indonesia
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah sebesar 237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Distribusi penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebesar 58 persen, yang diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21 persen. Selanjutnya untuk pulau-pulau/kelompok kepulauan lain berturut-turut adalah sebagai berikut: Sulawesi sebesar 7 persen; Kalimantan sebesar 6 persen; Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6 persen; dan Maluku dan Papua sebesar 3 persen.
Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah tiga provinsi dengan urutan teratas yang berpenduduk terbanyak, yaitu masing-masing berjumlah 43.021.826 orang, 37.476.011 orang, dan 32.380.687 orang. Sedangkan Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang terbanyak penduduknya di luar Jawa, yaitu sebanyak 12.985.075 orang.
Dengan luas wilayah Indonesia yang sekitar 1.910.931 km2, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah sebesar 124 orang per km2. Provinsi yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Provinsi DKI Jakarta, yaitu sebesar 14.440 orang per km2. Sementara itu, provinsi yang paling rendah tingkat kepadatan penduduknya adalah Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 8 orang per km2.

Tren Jumlah Penduduk Indonesia
Penduduk Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu. Ketika pemerintah Hindia Belanda mengadakan sensus penduduk tahun 1930 penduduk nusantara adalah 60,7 juta jiwa. Pada tahun 1961, ketika sensus penduduk pertama setelah Indonesia merdeka, jumlah penduduk sebanyak 97,1 juta jiwa. Pada tahun 1971
penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 146,9 juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebanyak 205,1 juta jiwa, dan pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa.


  Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk Indonesia per tahun selama sepuluh tahun terakhir adalah sebesar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Papua adalah yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, yaitu sebesar 5,46 persen.
Bila dilihat menurut pulau atau kelompok kepulauan, provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut:
(1) Sumatera
Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 4,99 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Sumatera Utara, yaitu sebesar 1,11 persen.
(2) Jawa
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi Banten, yaitu sebesar 2,79 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 0,37 persen.
(3) Bali-Nusa Tenggara
Provinsi Bali memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 2,15 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 1,17 persen.
(4) Kalimantan
Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 3,80 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Kalimantan Barat, yaitu sebesar 0,91 persen.
(5) Sulawesi
Provinsi Sulawesi Barat memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 2,67 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 1,17 persen.
(6) Maluku-Papua
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi Papua, yaitu sebesar 5,46 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar 2,44 persen.

Sex Ratio Penduduk Indonesia
Secara nasional, sex ratio penduduk Indonesia adalah sebesar 101, yang artinya
jumlah penduduk laki-laki satu persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk
perempuan, atau setiap 100 perempuan terdapat 101 laki-laki. Sex ratio terbesar
terdapat di Provinsi Papua yakni sebesar 113 dan yang terkecil terdapat di Provinsi
Nusa Tenggara Barat yakni sebesar 94.

SP2010: Badan Pusat Statistik
 
Jumlah Penduduk Menurut Provinsi
dan Jenis Kelamin












Provinsi
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki +
Perempuan
Sex Rao
(1)

[11] Aceh
2
(2)
243
578
2
(3)
242
992
4
(4)
486
570
(5)
100
[12] Sumatera Utara
6
479
051
6
506
024
12
985
075
100
[13] Sumatera Barat
2
404
472
2
441
526
4
845
998
98
[14] Riau
2
854
989
2
688
042
5
543
031
106
[15] Jambi
1
578
338
1
510
280
3
088
618
105
[16] Sumatera Selatan
3
789
109
3
657
292
7
446
401
104
[17] Bengkulu

875
663

837
730
1
713
393
105
[18] Lampung
3
905
366
3
690
749
7
596
115
106
[19] Bangka Belitung

634
783

588
265
1
223
048
108
[21] Kepulauan Riau

864
333

821
365
1
685
698
105
[31] DKI Jakarta
4
859
272
4
728
926
9
588
198
103
[32] Jawa Barat
21
876
572
21
145
254
43
021
826
103
[33] Jawa Tengah
16
081
140
16
299
547
32
380
687
99
[34] DI Yogyakarta
1
705
404
1
746
986
3
452
390
98
[35] Jawa Timur
18
488
290
18
987
721
37
476
011
97
[36] Banten
5
440
783
5
203
247
10
644
030
105
[51] Bali
1
961
170
1
930
258
3
891
428
102
[52] Nusa Tenggara Ba rat
2
180
168
2
316
687
4
496
855
94
[53] Nusa Tenggara Timur
2
323
534
2
355
782
4
679
316
99
[61] Kalimantan Barat
2
243
740
2
149
499
4
393
239
104
[62] Kalimantan Tengah
1
147
878
1
054
721
2
202
599
109
[63] Kalimantan Selatan
1
834
928
1
791
191
3
626
119
102
[64] Kalimantan Timur
1
868
196
1
682
390
3
550
586
111
[71] Sulawesi Utara
1
157
559
1
108
378
2
265
937
104
[72] Sulawesi Tengah
1
349
225
1
284
195
2
633
420
105
[73] Sulawesi Selatan
3
921
543
4
111
008
8
032
551
95
[74] Sulawesi Tenggara
1
120
225
1
110
344
2
230
569
101
[75] Gorontalo

520
885

517
700
1
038
585
101
[76] Sulawesi Barat

581
284

577
052
1
158
336
101
[81] Maluku

773
585

757
817
1
531
402
102
[82] Maluku Utara

529
645

505
833
1
035
478
105
[91] Papua Barat

402
587

358
268

760
855
112
[94] Papua
1
510
285
1
341
714
2
851
999
113
I N D O N E S I A
119
507
580
118
048
783
237
556
363
101

Selasa, 24 Mei 2011

PERKEMBANGAN EKONOMI DAN UTANG NEGARA KITA

AYO BRO…COBA KITA LIHAT DATA:::: PERKEMBANGAN UTANG NEGARA KITA SAMPAI TAHUN 2011 INI???



Laporan Perkembangan Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu Edisi Januari 2011 yang diperoleh di Jakarta, Kamis, mencatat angka tersebut merupakan angka sangat-sangat sementara menggunakan patokan kurs Rp8.991 per dolar Amerika Serikat (AS).



Kita bisa memantau perkembangan utang Negara dengan mendownload buku saku perkembangan utang Negara yang di terbitkan setiap bulan di situs : http://www.dmo.or.id. Yang merupakan situs resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG .

Nah saya mencoba merekap perkembangan jumlah utang Negara kita dari tahun ke tahun :



Total Utang Pemerintah Pusat

(ekuivalen dlm. triliun Rupiah)

Tahun 2006 : 1,302.16

Tahun 2007 : 1,389.41

Tahun 2008 : 1,636.74

Tahun 2009 : 1,590.66

Tahun 2010 : 1,676.85

April 2011 : 1,697.44


1,697 Triliun rupiah::: angka yang sangat banyak bro>>>>

Berdasarkan data dari Buku Saku Perkembangan Utang Negara Edisi Oktober 2010, dalam APBN-P 2010 jumlah keseluruhan cicilan utang pemerintah mencapai angka Rp230,33 trilyun. Cicilan tersebut terdiri atas cicilan pokok sebesar Rp124,68 trilyun dan cicilan bunga Rp105,65 trilyun.



Proporsi anggaran pembayaran utang mencapai 23,21% dari Rp992,4 trilyun penerimaan APBN dimana hampir setengahnya atau 45,87% adalah pembayaran bunga utang pemerintah. Akibat besarnya jumlah cicilan utang, APBN pun mengalami defisit sangat besar, yakni Rp133,75 trilyun.



Sejak tahun 2000, tren cicilan utang pemerintah meningkat (lihat grafik). Dari Rp57,69 trilyun pada tahun 2000 menjadi Rp230,33 trilyun di 2010. Tingkat cicilan utang negara tahun ini meroket hampir 4 kali lipat cicilan utang pemerintah tahun 2000. Hanya pada tahun 2003 cicilan utang turun jumlahnya dari cicilan tahun 2002, dan tahun 2005 dari tahun 2004. Tetapi jika dibandingkan dengan tahun 2000, tren cicilan utang tidak mengalami penurunan sama sekali (lihat coba bro ..liat tabel pada buku saku perkembangan utang negara ).

Selama 11 tahun terakhir, negara telah membayar utang sebesar Rp1.596,1 trilyun dan 54% di antaranya atau sekitar Rp864,67 trilyun adalah untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo. Jumlah keseluruhan pembayaran utang pemerintah tersebut lebih dari 7,8 kali penerimaan APBN 2000, 4,7 kali penerimaan APBN 2003, 2,5 kali penerimaan APBN 2006, dan 1,6 kali penerimaan APBN 2010. Jumlah ini juga hampir menyamai jumlah utang negara tahun ini Rp1.667,7 trilyun. Sedangkan total pembayaran bunga utang pemerintah lebih besar dari anggaran penerimaan pajak tahun ini Rp743,3 trilyun.



Meski Indonesia telah membayar utang sebesar Rp1.667,7 trilyun selama 11 tahun terakhir, utang Indonesia tidak turun justru membengkak dari jumlah utang pada tahun 2000 yakni Rp1.235 trilyun. Bahkan jika dibandingkan jumlah utang pemerintah tahun 1998 sebesar Rp553 trilyun, jumlah utang pemerintah Indonesia tahun ini bertambah 3 kali lipat sejak krisis moneter.

Inilah negara kita yang hanya bisa menghabiskan sumber daya ekonomi nasional untuk membayar utang. Tragisnya setiap utang baru yang dibuat pemerintah sebagian digunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo. “Gali lobang tutup lobang”, itulah kemampuan pemerintahan Indonesia sejak Orde Baru hingga rezim liberal SBY-Boediono.


Lebih tragis lagi utang menjadi sarana imperialisme asing untuk menguasai sumber daya alam dan pasar domestik Indonesia. Penaikan TDL pertengahan tahun ini adalah contoh syarat yang dikenakan Bank Dunia terhadap PLN.


Tidak kalah tragis, lembaga-lembaga pemeringkat utang seperti Standard & Poors dan Fitch memiliki pengaruh besar terhadap Indonesia. Sebab penilaian mereka atas surat-surat utang negara menentukan bagaimana pemerintah mencari utang. Secara tidak langsung pemerintah Indonesia menjadi subordinasi mekanisme pasar surat utang.


Utang baik dalam bentuk pinjaman luar negeri maupun surat utang merupakan kemaksiatan kolektif yang dilakukan oleh negara dan dibiarkan oleh masyarakat. Dari sisi kepentingan rakyat dan resiko anggaran, jelas utang yang dibuat pemerintah sangat membahayakan dan menjerumuskan negeri ini dalam penjajahan.

Utang-utang yang dibuat pemerintah juga merupakan utang ribawi. Padahal Allah SWT telah dengan jelas dan keras mengharamkan praktek riba sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 275-279. Akibatnya, semakin besar cicilan yang dibayar pemerintah semakin bertambah pula jumlah utang negara.


Kini akibat kemaksiatan kolektif Indonesia masuk dalam perangkap utang yang tidak berkesudahan. Hak-hak hidup rakyat pun terabaikan sedangkan pemerintah semakin mengokohkan diri sebagai abdi Kapitalisme Global. Utang menjadi tolak ukur betapa negeri kita benar-benar berada dalam cengkraman penjajahan.

>>>Welijati Muhammad Allam

REFERENSI :

- www.jurnal-ekonomi.org

- buku saku perkembangan utang Negara : http://www.dmo.or.id.

________________________________________________________________________________________________



ANALISIS PERKEMBANGAN EKONOMI >>1 TAHUN PEMERINTAHAN PAK SBY-BOEDIONO<<

Keberhasilan pemerintah dalam menggerek pertumbuhan ekonomi diakui pengamat ekonomi dalam setahun pemerintahan SBY-Boediono. Menurut Fahmi Radhi dari Universitas Gajah Mada sebagaimana dipetik AntaraNews.com (21/10), pemerintah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga di atas enam persen. Namun Fahmi menyimpulkan, bahwa pencapaian target pertumbuhan tersebut tidak dapat menggerakkan sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Fahmi :

“Namun, pencapaian indikator makro itu belum mampu menggerakkan sektor riil, dan tidak berperan secara signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat”.

Ini ironi, keberhasilan pemerintah tidak mengakibatkan menurunnya pengangguran dan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi yang dikejar pemerintah justru menyebabkan semakin lebarnya tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia.

Di samping tidak berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, rakyat juga harus membayar ongkos pertumbuhan ekonomi dengan semakin beratnya beban hutang pemerintah Indonesia. Fahmi mengungkapkan, pada bulan April hutang obligasi pemerintah telah mencapai Rp 1.015 trilyun sedangkan hutang luar negeri Rp 573 trilyun. Tota keseluruhan hutang pemerintah setara dengan US$ 63,54 trilyun.

Direktur Eksekutif Mubyarto Institut ini meminta pemerintah untuk menghentikan hutang luar negeri, privatisasi BUMN, liberalisasi ekonomi. Pemerintah juga harus mengembalikan aset strategis yang telah dijual, reformasi agraria, revitalisasi pertanian, renegosiasi kontrak karya yang tidak sesuai konstitusi. Termasuk mengkaji ulang undang-undang yang merugikan kepentingan rakyat.

Dari pandangan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasanya keberhasilan pemerintah dalam indikator makro ekonomi tidak berdampak pada sektor riil dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Justru kesenjangan semakin lebar.

Begitu pula kebijakan pemerintah bersifat pro kapitalis dan anti rakyat. Berbagai sumber daya dan aset yang sangat vital diobral kepada investor sedangkan undang-undang yang dibuat berisi semangat liberalisme.

Kebijakan dan undang-undang yang liberal tersebut jelas mengancam kehidupan rakyat dan keutuhan negeri kita. Pertanyaannya, mengapa hal ini dilakukan oleh pemerintah?

Sesunggugguhnya sistem ekonomi yang diterapkan di negeri kita adalah sistem ekonomi Kapitalis yang diadopsi dari Barat. Penerapan sistem ekonomi ini merupakan faktor yang menyebabkan 65 tahun kemerdekaan Indonesia tidak dapat memajukan Indonesia dan mensejahterakan rakyat. Sebab yang terjadi adalah penghisapan dan eksploitasi. Kapitalisme sendiri merupakan ideologi imperialis sehingga penerapannya di Indonesia membuat negeri kita terkurung dalam penjajahan modern (neo imperialisme).

Kapitalisme dan Liberalisme merupakan ideologi transnasional yang berasal dari negara-negara penjajah. Inilah ancaman nyata bagi negeri kita. Selama ideologi ini diadopsi, maka selama itu pula dihisap dengan menampakkan keberhasilan-keberhasilan semu untuk mengkelabui rakyat. Karena itu penting sekali bagi kita untuk memikirkan ulang ideologi yang tepat untuk Indonesia dan meremove Kapitalisme.



BAGAIMANA DENGAN MENTERI KEUANGAN KITA pak Agus Martowardojo ????



Pemerintah tidak putus asa dalam mengikuti standar semu dalam menilai kinerja ekonomi meski protes masyarakat semakin keras atas "kebohongan" negara. Kemarin (17/1) sebagaimana dipetik MediaIndonesia.com (17/1/2011), Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan menyambut baik kabar naiknya peringkat utang Indonesia dari BA2 menjadi BA1 oleh Moody's Investor Service.

Menurut Menteri Keuangan naiknya peringkat utang ini menjadi motivasi pemerintah untuk mengelola anggaran dengan baik. Dengan ini Menteri Keuangan berharap tujuan pengelolaan ekonomi yang lebih baik, inflasi terjaga, dan pengelolaan arus modal lebih baik.

Ada dampak ketika pemerintah mengandalkan peringkat utang sebagai tolak ukur dan sumber motivasi pengelolaan anggaran, yakni ketergantungan. Posisi Indonesia yang sudah sangat bergantung pada asing menjadi semakin tergantung pada lembaga pemeringkat utang.

Pemerintah tidak lagi menjadikan rakyat sebagai tempat bergantung dalam hal merekalah yang harus diurus dan dilayani. Pemerintah menjadikan investor-lah yang harus diurus dan dilayani. Ini menunjukkan investor adalah rakyat sebenarnya bagi pemerintahan Kapitalis-Liberal.

REFERENSI

-Antranews.com (21/10/2010), Pengamat: Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi.



- MediaIndonesia.com (17/1/2011)



-Jurnal Ekonomi Ideologis

Senin, 23 Mei 2011

ADA APA DIBALIK PENYUSUNAN ANGGARAN NEGARA KITA???

Anggaran negara dari diusulkan sampai disetujui membutuhkan waktu hampir setahun. Di Dewan Perwakilan Rakyat, proses ini dilakukan saban Mei. "Biasanya pembahasan selesai pada 26 Oktober," kata Tamsil Linrung, Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan, Jumat pekan lalu.

Proses dimulai ketika pemerintah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional. Dari sini dihasilkan rencana kerja pemerintah, yang kemudian dibacakan Menteri Keuangan di Dewan pada 20 Mei. Para anggota Dewan lalu menyelenggarakan rapat, mendengarkan pandangan semua fraksi tentang kebijakan fiskal yang diajukan pemerintah.

Sepekan setelah sidang itu, pemerintah menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi. Dari sini, keluarlah angka-angka yang disebut pagu indikatif. Pembahasan lebih intensif kemudian dilakukan di Badan Anggaran Dewan, yang beranggotakan 85 orang perwakilan fraksi secara proporsional. Komposisi per komisi di Dewan juga diperhatikan dalam badan ini.

Rapat kerja di Badan Anggaran diikuti perwakilan pemerintah, yakni Menteri Keuangan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, selain Gubernur Bank Indonesia. Dalam rapat ini ditentukan pembentukan empat panitia kerja, yang bertugas membahas pendapatan negara, prioritas anggaran, kebijakan belanja pemerintah pusat, dan transfer ke daerah. Pembahasannya masih seputar pagu indikatif.

Baru pada 16 Agustus, presiden menyampaikan nota keuangan, juga aneka indikator anggaran, termasuk asumsi-asumsi ekonomi makro. Pembacaan nota keuangan ini dilakukan bersamaan dengan pidato kenegaraan. Setelah nota keuangan disampaikan, "pagu indikatif" kemudian dibahas menjadi "pagu sementara".

Pembahasan dilakukan lebih teknis di Komisi VII (membidangi masalah energi) dan XI (membidangi keuangan dan perbankan) bersama mitra kerjanya. Di sini dibahas asumsi-asumsi ekonomi makro. Setelah didapatkan jumlah pendapatan negara, semua komisi-dari Komisi I, yang membidangi masalah politik dan pertahanan, hingga Komisi XI-membahas rencana kerja anggaran kementerian dan lembaga.

Calo anggaran besar kemungkinan bermain pada tahap pembahasan di setiap komisi ini. "Karena di sini dibahas anggaran secara detail," kata Tamsil Linrung, politikus Partai Keadilan Sejahtera.

Biasanya calo anggaran-bisa anggota Dewan atau orang suruhannya-menawarkan dua hal. Pertama, tawaran mempercepat proses pengisian daftar isian pelaksanaan anggaran. Kedua, tambahan anggaran yang melebihi usul kementerian atau lembaga.

Setelah dibahas oleh pemerintah dan komisi, dua rencana kerja dibawa kembali ke Badan Anggaran untuk dilakukan sinkronisasi. Dari Badan Anggaran, rencana kerja pun dikembalikan ke komisi untuk dibahas lagi lebih terperinci. Selesai komisi membahasnya, Badan Anggaran pun kembali melakukan sinkronisasi. Setelah itu, barulah rencana kerja menjadi pagu definitif. Batas akhirnya Oktober.

Setelah pagu definitif siap, Kementerian Keuangan menyusun pedoman penyesuaian rencana kerja anggaran kementerian dan lembaga dengan pagu definitif. Kementerian dan lembaga pun melakukan hal serupa. Setelah rencana disusun sesuai dengan pagu, Kementerian Keuangan menyusun draf Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Presiden lalu menetapkan peraturan yang mengesahkan alokasi anggaran. Sebagai turunannya, Kementerian Keuangan menerbitkan peraturan yang mengesahkan daftar isian pelaksanaan anggaran, sebelum akhirnya anggaran bisa dicairkan. Proses berlapis-lapis itu memungkinkan permainan dari para makelar.

Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, mengatakan selalu ada celah calo memainkan anggaran. Mereka biasanya bermain di Badan Anggaran Dewan. "Bahkan pada saat dibahas oleh kementerian pun calo sudah bisa bermain."

ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ORDE REFORMASI

Hasil survei yang dilakukan Indo Barometer itu amat mencengangkan. Sebanyak 40,9 persen responden berpendapat Orde Baru lebih baik dibandingkan dengan Orde Lama dan Orde Reformasi. Hanya 22,8 persen responden yang menilai kondisi saat ini lebih baik. Sedangkan 22,1 persen menjawab tak tahu. Survei ini diadakan pada 25 April hingga 4 Mei 2011 dengan sampel 1.200 orang di 33 provinsi.
Survei tersebut seolah merekam tingginya kepercayaan publik akan zaman Soeharto. Ini berarti rezim yang dijatuhkan lewat aksi demonstrasi mahasiswa tersebut masih lebih disukai dibanding pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Kesimpulan begini amat tidak masuk akal karena bertolak belakang dengan hasil pemilu yang melibatkan mayoritas pemegang hak pilih sebagai “responden”.
Metodologi survei itu pun penuh dengan kelemahan. Bagaimanapun, persepsi tak bisa dibandingkan, apalagi atas tiga orde pemerintahan. Profil responden yang dipilih jelas menunjukkan kelemahan survei ini. Jika ingin membandingkan tiga orde, semestinya responden yang dipilih adalah mereka yang memiliki pengalaman hidup di tiga orde tersebut. Padahal responden survei ini hanya sebagian kecil yang merasakan Orde Lama, bahkan ada yang hanya sebentar merasakan Orde Baru. Bagaimana mungkin menarik kesimpulan dari persepsi orang-orang yang berbeda generasi?
Jelas tak mungkin orang ditanya mengenai Orde Lama padahal ia tak punya pengalaman hidup di zaman Sukarno. Sungguh ajaib jika sang responden tetap dimintai pendapat tentang orde yang secara empiris tak pernah ia alami. Responden tentu hanya akan menebak-nebak atau mengandalkan pengetahuan yang pernah ia baca atau dengar.
Orang juga cenderung mengingat-ingat hal yang baik pada masa lalu di tengah kondisi sekarang yang sulit. Publik yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah yang tak tegas melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi akan mudah menganggap masa lalu lebih indah. Mereka tak memeriksa kembali bahwa krisis yang sama juga terjadi di masa lalu.
Survei itu juga mengabaikan fakta obyektif yang terjadi di tiga orde tersebut. Realitas seperti masalah kebebasan pers, hak asasi manusia, pendidikan, tingkat pengangguran, hingga keberhasilan ekonomi mestilah ikut pula diperbandingkan. Indikator-indikator itu penting dijelaskan sebelum survei mengambil kesimpulan.
Kendati survei itu penuh dengan kejanggalan, bukan berarti tak ada sama sekali kelompok yang menyukai Orde Baru. Tapi pandangan sebagian kecil masyarakat ini akan terkikis dengan sendirinya bila pemerintah yang dipilih secara demokratis mampu memberi manfaat yang semakin besar bagi rakyat.

Minggu, 15 Mei 2011

wujudkan mimpi jadi kenyataan::::

Semua orang pasti memiliki impian atau cita-cita, saya yakin akan hal itu. Namun masalahnya, tidak semua orang berhasil mewujudkan impian atau cita-citanya tersebut, atau lebih tepatnya tidak berani (karena tekad kurang) untuk mewujudkan impian-impian terindah dalam hidupnya tersebut. Untuk selanjutnya, agar lebih singkat saya menyebut impian atau cita-cita dengan kata “mimpi” sehingga anda paham bahwa kata “mimpi” di artikel ini bukan berarti mimpi ketika kita sedang tidur.

Setiap individu yang berbeda pasti memiliki mimpi yang berbeda pula. Jika setiap manusia yang ada di bumi ini memiliki mimpi yang berbeda-beda maka bisa dibayangkan ada milyaran mimpi yang beterbangan di langit bumi ini. Dan setiap manusia pasti juga memiliki mimpi-mimpi indah masing-masing yang ingin terwujud atau diwujudkan ketika masa hidup di dunia ini masih berlangsung. Dengan adanya mimpi yang hendak kita raih akan membuat hidup kita punya arah, tujuan dan tantangan sehingga hidup ini terasa dinamis dan indah. Bagi orang yang tidak punya mimpi karena semua yang ada di dunia ini sudah ada di sekitarnya atau karena memang tidak bisa merangkai mimpi pasti akan merasa jenuh. Walaupun apa-apa dia miliki, tapi tidak ada sesuatu yang membuat hidupnya bergerak, ada dinamika dan nuansa yang berbeda.

Sekarang, pertanyaan saya: sudahkah anda memiliki mimpi?

Kalau sudah, sudahkan mimpi itu anda raih?

Kalau belum, beranikah anda mewujudkan mimpi itu menjadi nyata?

Kapan saat yang tepat? Jawab saya adalah sekarang!

Untuk selanjutnya, kita akan membahas bahwa mewujudkan mimpi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak juga sesulit menemukan formula yang tepat untuk membuat roket yang bisa mengantarkan manusia sampai ke bulan. Apa kunci rahasianya? Mengutip kata Paul Hanna, kuncinya adalah sikap dan keyakinan bahwa You Can Do It! (Anda Pasti Bisa!) atau bisa juga terangkum dalam kalimat berikut: You will see it when you believe it!.

Nothing is Free

Telah disebutkan di atas bahwa untuk mewujudkan mimpi itu tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Yang harus kita ketahui adalah semua itu butuh pengorbanan, seperti kata seorang sahabat saya, “Nothing is free!” Selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu. Dan meskipun suatu saat kita mendapatkan sesuatu secara gratis maka pasti ada jasa atau kebaikan yang pernah kita lakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, jangan berharap mimpi anda akan menjadi nyata sementara anda hanya diam saja atau seperti mengharap durian runtuh.

Terwujudnya sebuah mimpi tergantung seberapa besar anda memimpikan impian anda dan hingga sejauh mana anda bisa mengedukasi alam bawah sadar bahwa anda benar-benar menghendaki impiah itu menjadi sebuah kenyataan. Saya biasanya mengedukasi alam bawah sadar dengan cara menceritakan impian-impian saya kepada orang lain; bisa kepada teman dekat, guru atau sahabat pembaca. Dengan begitu diharapkan ada flash back ke dalam diri saya (lebih tepatnya ke bagian alam bawah sadar atau unconscious mind) bahwa saya serius ingin mewujudkan mimpi itu, meskipun semua itu kembali tergantung kehendak Yang Maha Kuasa.

Di samping itu, bisa dipastikan bahwa selalu ada pengorbanan untuk mewujudkan sebuah impian. Satu mimpi dengan mimpi yang lain harga pengorbanannya juga berbeda. Yang jelas, selalu ada yang harus kita korbankan untuk meraih mimpi-mimpi itu. Pengorbanan yang dimaksud bisa berupa waktu, biaya, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain-lain.

Sebagai contoh kecil, saya akan mengemukakan pengalaman saya tentang pencapaian sesuatu yang mungkin sederhana di mata anda tapi berharga di mata saya. Saya tidak menceritakan pengalaman orang lain semata-mata karena saya tidak tahu detailnya.

Contoh pertama, ketika saya menyelesaikan penulisan buku “Born To Be A Champion”. Bukan berarti semua berjalan mudah dan tanpa tantangan. Pada babak finalnya adalah saat itu saya sedang dalam puncak kesibukan kerja, sementara penerbit sudah menunggu drafnya sehingga saya harus melakukan sesuatu di luar rutinitas harian. Bisa dibayangkan, bekerja dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam, dan setelah itu saya harus menulis lagi untuk menyelesaikan naskah yang harus cepat selesai dan segera dikirim. Hingga lewat tengah malam saya masih menulis dengan lelah yang menghimpit raga. Hasilnya adalah saya ambruk, jatuh sakit, dan dua hari harus istirahat total di rumah. Tapi hasil positifnya adalah buku selesai dan sekarang bisa dijumpai di toko buku Gramedia seluruh Indonesia. Isinya memang sangat sederhana, tapi perjuangan di balik itu adalah perjuangan yang membuat saya sampai jatuh sakit. Dan saya juga agak kurang enak hati ketika beberapa sahabat dari beberapa daerah yang berbeda mengungkapkan kepada saya keinginannya menjadi seorang penulis, tapi belum ada action nyata yang mereka lakukan hingga kini. Kenapa harus disampaikan ke saya? Apa tujuannya? Namun demikian, dari sini semoga anda bisa menangkap pesan yang saya sampaikan.

Contoh kedua, ketika saya mengagumi (atau lebih tepatnya mengidolakan) seseorang yang menjadi Number One di bidangnya di negeri ini. Saya sangat senang ketika mendapat kiriman buku istimewa dari beliau dengan cover special karena tercetak di cover buku tersebut tulisan “Special to Agus Riyanto” lengkap dengan tanda tangan sang idola. Saya melompat kegirangan dan itu bagai sebuah mimpi. Hal yang sangat sederhana memang, tapi sangat berharga bagi saya karena itu semua sangat memotivasi diri saya secara pribadi. Meskipun demikian, semua itu tidaklah saya dapatkan secara cuma-cuma. Ada pengorbanan yang harus saya lakukan. Apa itu? Saya harus menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk menulis artikel-artikel yang saya kirim untuk dimuat di website resmi beliau.

Dua contoh di atas hanyalah sebagai gambaran bahwa untuk mendapatkan sesuatu ternyata kita juga harus melakukan sesuatu. Jadi, kita tidak boleh asal bermimpi, tapi tidak mau melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi itu.

Untuk mewujudkan mimpi yang berharga, beranikah anda keluar dari rutinitas harian anda yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan? Beranikah anda keluar dari comfort zone (zona kenyamanan) anda untuk melakukan action-action nyata untuk mewujudkan mimpi anda?

Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Saya juga sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Paul Hanna dalam bukunya, Just Do It!, “Orang yang sukses biasanya memahami rasa sakit. Mereka sadar hal itu membawa dampak positif dan merupakan alat untuk mencapai keberhasilan. Mereka membiarkan penderitaan memasuki hidup mereka, karena mereka sadar bahwa kalau mereka berhasil mengatasinya maka rasa percaya diri mereka akan tumbuh. Dari sini, kemampuan mereka untuk menghadapi masa depan tertantang.”

Dengan demikian, sebenarnya sebagian besar penentu mimpi anda menjadi nyata adalah diri anda sendiri. Sejauh mana anda berani bermimpi dan berani mewujudkan impian itu menjadi sebuah kenyataan, meskipun harus menghadapi berbagai hambatan, tantangan dan cobaan. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa setelah berusaha atau berikhtiar, kita harus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT karena dialah Sang Penentu semua takdir hidup kita. Jadi, intinya kita harus berusaha semaksimal yang kita bisa dan menyerahkan hasilnya kepada Dia yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita. Itulah yang disebut tawakkal.

***

Mimpi-mimpi yang Harus Dihindari

Walaupun di sini saya mengajak anda untuk bermimpi, bukan berarti dalam arti bermimpi sebebas-bebasnya tanpa aturan. Di semua bidang kehidupan pasti kita memiliki minimal sebuah impian. Sebagai contoh tentang profesi/pekerjaan, jenjang karier, tipe rumah, jenis kendaraan, pendamping hidup, daerah tempat tinggal, tempat wisata tujuan, tingkat spiritualitas, dan lain-lain.

Untuk itu, saya ingin menegaskan bahwa mimpi kita juga jangan mimpi yang kosong dan kurang bermanfaat. Misalnya, mimpi menjadi kekasih artis Hollywood atau mimpi memiliki sebuah pulau untuk diri pribadi. Mimpi kita harus realistis, terukur, terancana, ada target waktu pencapaian dan para ahli manajemen diri juga menekankan agar kita juga melibatkan emosi dengan intensitas tinggi untuk mimpi-mimpi kita.

Selain itu, kita juga tidak boleh bermimpi tapi kita tidak melakukan sesuatu untuk meraihnya karena itu bisa disebut mimpi di siang bolong; mimpi yang hanya angan-angan atau khayalan belaka.

Ada lagi mimpi yang harus dihindari, yakni memimpikan sesama manusia atau orang lain (biasanya lawan jenis) dan terlalu berharap bisa memiliki mimpi tersebut. Memimpikan obyek yang hidup dan punya pikiran seperti kita biasanya sering berakhir dengan kekecewaan karena si dia juga pasti memiliki impian-impian sendiri yang belum tentu sama dengan mimpi indah kita. Jadi, jangan bermimpi untuk hal yang satu ini. Apalagi memimpikan saya!

“Ih, Mas ini Ge eR… Siapa yang mau memimpikan Mas Agus… Paling-paling jika ada yang bermimpi bertemu Mas, dia akan kesambet atau kesurupan.”

“Saya? Apanya yang pantas diimpikan??? Apalagi harus Ge-eR segala, yang seringnya berbuah malapetaka. Kesurupan? Memangnya saya ini dedemit… Cape dech!”

Ha… ha… ha… hanya bercanda, jangan diambil hati.

Namun dalam hal ini, saya tidak bisa mengingkari bahwa saya juga punya mimpi ingin bermimpi bertemu seseorang dalam mimpi saya. Hmm, pasti bingung ya? Baiklah saya jelaskan. Sebagai seorang muslim, saya–bahkan sampai terbawa dalam doa–ingin mimpi bertemu idola nomor satu saya, manusia paling sempurna yang pernah ada. Siapa? Ya, saya ingin bermimpi bertemu Nabi Muhammad Saw atau bertemu beliau meski dalam mimpi. Sudah jelas kan?

Akankah menjadi nyata?

Mimpi yang Tidak Boleh Terlewatkan

“Mas, itu motor minjem siapa?”

“He..he..he.. tahu aja. Tadi Dany Pedrosa mampir ke rumah, jadi saya minjem sebentar buat muter-muter.”

“Wah, gimana rasanya ya Mas, ngebut di tikungan tajam dengan kecepatan 200 km/jam?”

“Yah, koq tanya saya sich… Tanya Mas Dany tuch…! Kalau menurut saya sich rasanya seperti terbang atau lebih tepatnya, kamu akan terbang!”

“Maksud loe???”

“Ya, kamu benar-benar akan terbang, bahkan akan sampai ke alam lain!”

“Hmm, maksud loe?!”

“Hmm, kamu koq telmi juga ya… Setahu saya, ketika mengamati balap moto GP 500cc, kecepatan para pembalap di tikungan antara 90 – 110 km/jam. Kamu inget nggak, Daijiro Kato, pembalap moto GP asal Jepang yang meninggal di sirkuit negaranya sendiri ketika terjatuh di tikungan dan tubuhnya membentur dinding arena. Tidak lama kemudian dia terbang ke alam lain alias wafat. Itulah resiko dari profesi yang digelutinya.”

“So?”

“Ya, kamu juga akan terbang, tidak saja dari motor, tapi langsung ke akhirat!”

“???”

Bicara tentang terbang ke akhirat, ternyata kita semua juga akan mengalaminya. Ini adalah sesuatu yang pasti datangnya. Hanya malasah waktu; bisa nanti, besok, lusa, satu tahun lagi, sepuluh tahun lagi, dan seterusnya. Yang jelas kita semua akan mengalami yang namanya “mati”.

Untuk itu sahabat yang budiman, selain kita merangkai mimpi tentang berbagai urusan dunia, ternyata kita juga tidak boleh melewatkan mimpi untuk kehidupan kita setelah kehidupan di dunia ini. Dan kehidupan tersebut adalah kehidupan yang bersifat abadi.

***

“Dan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”

[QS. Al A’Laa: 17]

***

Dengan demikian, kita juga harus lebih memprioritaskan dream dan goal kita untuk kehidupan akhirat seperti apa yang kita inginkan. Karena di sana juga ada dua kemungkinan: surga atau neraka, mendapat ni’mat atau disiksa. Apa pun agama anda, saya percaya memiliki konsep kepercayaan tentang kehidupan setelah mati.

Saya pribadi juga merasa harus memprioritaskan hal yang satu ini, bahkan menjadi impian saya yang teragung, yakni berjumpa dengan Rabb Semesta Alam, Allah Azza Wa Jalla dalam keadaan yang dirihai-Nya, dalam keadaan tersenyum dan bahagia.

Sekarang, selagi kita hidup dan mengisi sang waktu detik demi detik dengan berbagai perbuatan, sesungguhnya kitalah yang memilih masa depan kita—tidak saja di dunia ini, namun juga di akhirat kelak. Apakah kita akan mengisinya dengan amal yang bernilai pahala atau perbuatan yang bernilai dosa. Kita juga yang kelak akan merasakan buah atau akibatnya, apakah akhir perjalanan kita akan tersenyum atau menangis, akan bahagia atau menderita.

Sehingga, kesimpulannya: sekaranglah saatnya kita melakukan action-action yang bisa membuahkan mimpi menjadi nyata. Jika hidup adalah sebuah pilihan; kitalah yang memilih mimpi itu tetap menjadi mimpi, atau mimpi itu menjadi nyata. Dan memilih antara pahala dan dosa, memilih antara bahagia dan menderita, atau memilih antara senyuman dan tangisan.

Selamat merangkai mimpi dan mewujudkannya....

7 hal yang bisa membuat kita awet muda :::

1. Sikap
Hal utama agar Anda selalu awet muda adalah dengan selalu berjiwa muda, bersemangat, humoris dan percaya diri. Bila Anda selalu merasa muda, Anda pun akan awet muda.
2. Kembangkan minat dan hobi
Mengembangkan minat dan hobi yang Anda sukai akan membuat Anda selalu bersemangat hidup. Hobi dan minat setiap orang berbeda-beda dan sangat beragam, dari mulai memancing, main golf, pertukangan, sampai memelihara hewan piaraan. Temukanlah yang paling membuat Anda bahagia melakukannya.
3. Bergaul dan aktif secara sosial
Pergaulan dan kegiatan sosial membuat Anda tidak merasa kesepian dan memiliki makna dalam hidup. Bila Anda sibuk memikirkan diri Anda sendiri, Anda mungkin malah akan mudah depresi dan terkungkung oleh masalah Anda sendiri. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang optimistis dan penggembira. Jauhi para pengeluh yang hanya membuat hidup Anda terasa sempit.
4. Nutrisi sehat dan seimbang
Pola makan yang baik membuat Anda lebih sehat dan lebih mudah terhindar dari flu, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan lainnya. Jaga berat badan Anda dengan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, kurangi makanan berlemak dan tinggi kalori. Pertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin (terutama C dan E) dan antioksidan.
5. Olah raga
Olah raga sangat penting bagi kesehatan (lihat 7 manfaat berolah raga). Berolahragalah secara teratur dengan mengkombinasikan latihan kelenturan, aerobik dan beban. Beristilahatlah yang cukup setelah berolah raga.
6. Berhenti merokok
Dengan tidak merokok berarti Anda sangat memperkecil risiko penyakit jantung, kanker paru dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.
7. Aktivitas Otak
Kemampuan otak biasanya menurun karena penuaan, terutama kemampuan memori jangka pendek (di mana tadi kuncinya?) dan kemampuan konsentrasi/fokus. Anda juga menjadi mudah bingung dan marah. Penting sekali untuk menjaga kemampuan otak Anda agar tetap prima. Permainan seperti teka-teki, game komputer dan lainnya bagus untuk melatih otak Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mengambil kursus, belajar bahasa dan keterampilan baru agar otak Anda terus tertantang.

Manusia, Jin, Setan dan Iblis

"tiada suatu ucapan pun yang di ucAPKAn melainkan ada d dekatnya malaikat pengawas yg slalu hadir"(Q.S Qaf:18).ayat ini jd slh 1dasar bg kyakinan muslim tentang adnya malaikat pendamping yg menyertai n mcAtat amalan2 manusia yg bAik n yg buruk. .d samping malaikat ini,yg aktfts ny hny mctat,ada lg malaikat dan setan bg tiap manusia yg msng2 dpt mdoroNg ny kpd kbAikan n kburukan. .malaikat atau stan ini berbisik k hati manusia.ini d isyaratkan oleh Rassulullah saw dgn menamai bisikan it dgn "lammat malaikiyyah" n "lammat syaithaniyyah". .
Memang,tdk jrng hti qt mndngar bisikan negatif atau pasitif.yg mbisikanny adlh malaikat atw setan pendamping itU. RASulLullah saw mjelaskan :"tdk seorang pun d antara kmu kcuali tlah dtetapkan brSamanya Qarin atw pndamping dr makhkuk jenis jin/setan", para sahaBat Brtny?"walaupun Engkau wahai Rasul Allah? "aku pun dmikian,hanya saja Allah melimpahkan rahmat Nya kpd ku shngGa aku slamat. .<H.R muslim dr ibn mas'ud>
Adapun pRbdaAn n perSaMAan iblis,setan n jin,yg ptma adlh bhwa jin dciptakan Allah dr Api,n ini brbda dgn manusia yg diciptakan Nya dr tanah. .sesuai firman Allah dlm Q.S Al Hijr :27 "dan kami tlah mciptkan jin sblm (adam)dari api yg sangat panas. Jin ,sbgaimana manusia mpunyai masyarakat,mrka makan,minum n berketUrunan,serta ad yg bAik/taat ad pula yg tdk taat. .sPrt firman Allah dlm Q.S AL JINN :11 "SEsungGuhnya d antara kami ada yg saleh/bAik dan ada pula yg tdk dmikian.bermaCam2 jln yg kmi tempuh".
Oleh krna itU. .ALLAH juga menguTus para rosul kpd masyarakat jin dari jenis mrka <lihat Q.S al-an'am :130>.
Salah 1 dr klmpok jin adlh iblis <liHat Q.S AL-KAHfi :50>..iblis membAngkang pRintah allah untk sujud kpd adam dan merayuny agar adam n hawa mendurhakai aLLAH. .oleh karena itU,maka Al-quran menamainy juga Syaithan (Q.S al a'raf 20>. .tentU SAja bkn hny iblis yg d namai setan. .melainkan sapa pun yg mbAngkang pd pRintah allah n mengajak kpd kdurhakaAn trmasuk pd jenis itU.
Manusia pun ,yg memiliki sifat yg dmikian,dinamai setan. ALQURAN mjelaskan bhw"setan2(dr jenis)manusia dan (dari jenis)jin,sbagIan mrka mbisikkan kpd sbgIan yg lain perkataAn2 yg indah2 untk menipu manusia <al an'am 112>.dmikian lah perbdaan antara setan,iblis n jin. .
Sbgai org yg pcy pd alquran,kita brkwjibn mpercyai adny makhluk yg dinamai jin,kata "jin" trambil dr akar kata yg brmakna "tertUtUP".INi mengIsyaratkan
bhw mkhluk tsbt trtUtUp n tdk bs dliHat olh pandangan mata manusia<scr umum>ini d kuatkan dgn firman Allah"sesungGuhny dia n pengIKUt2ny mliHAT KAMU dr stU tmpt yg kamu tdk bs mliHatnya <al a'raf 27>.
SlanjuTNya dlm alquran dpt dtmui pula bhw"ada manusia yg meminta pRlindungan kpd jin,tetapi jin2 malah menambAH bg mrka dosa n ksalahan"<al jinn 6>.imam syafi'i -sbgaimana kutip oleh pakar tafsir Rasyid Ridha,brPndpt bhw hanya para naBi yg dpt mlihat jin,siapa yg brkata dia bisa meliHat jin maka kami akan tolak perSaksian ny,kcuali dia naBI. .RASyid ridha brPnDPT bhwa siapa yg menduga meliHat jin,maka it adlh ilusi,.dmikian. .wallahu a'lam.